Marco sedang fokus mencatat barang-barang yang dikeluarkan pekerja dari mobil agen pemasok bahan kue langganannya, memastikan semua pesanannya datang. Tapi lelaki itu agak terganggu dengan Bayu yang sedari tadi seperti mengekori setiap pergerakan Marco. Sampai akhirnya Marco tak tahan dan meendecakan lidah lantaran terganggu. “Apa, Bay? Kamu mau ngomong sesuatu?” tanya Marco. Bayu meringis lantaran ketahuan. “Ehm … itu, Bang, kok mobil Kak Mika masih ada d sana. Dia pulangnya kamu antar ya, Bang?” “Enggak, yang sekarang lagi kamu pikirin itu benar,” jawab Marco sambil menunjuk kepala Bayu. “Hah? Berarti beneran Kak Mika menginap di sini sama kamu, Bang.” “Jaga suaramu, Bay” tegur Marco, mendadak panic ada yang dengar. Refleks, Bayu memukul bibirnya sendiri lantaran kelepasan bicara ha

