ICHYL:39 - Obrolan Malam

1545 Words

“Hah … kenyang juga ternyata makan mie instan doang,” desah Mika puas sembari menepuk-nepuk perut, kekenyangan usai makan mie instan buatan Marco. “Biarpun cuma mie instan, bukan doang namanya kalau makannya dua bungkus sekaligus,” sahut Marco. Mika mengengir kuda, hingga membuat matanya menyipit tinggal segaris. “Kamu pintar sih masaknya, enak banget. Terima kasih, sayang.” Marco kemudian berdiri dan mengambil piring di pangkuan Mika, merespon Mika hanya dengan memutar bola mata malas. Lantaran pujian Mika terlalu berlebihan, pabrik telah memberikan takaran bumbu yang pas di tiap bungkus mie instan dan bahkan memberikan instruksi cera masak sangat jelas di bagian belakang pembungkusnya. Siapapun bisa memasaknya dengan mudah dan pastinya enak. “Eh eh, mau kamu cuci?” cegah Mika saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD