My Crazy Wife - 14

1659 Words

"Pilih yang matanya masih jernih dan insangnya masih merah." "Insang? Yang ini?" Sadin mengatupkan bibir rapat, sembari membuka kepala ikan bagian bawah dengan penuh kesabaran tapi juga geregetan makanya langsung menunjukkan. Memperlihatkan alat pernapasan ikan yang masih berwarna merah segar. Tanpa dijelaskan lagi Mika sudah mengangguk-angguk mengerti, "Pilihkan seperti yang Bunda saya bilang tadi, Mas. Satu kilo saja." Ujar Mika pada penjual ikan di salah satu lapak pasar tradisional yang sudah ditempatkan di bangunan modern. Awalnya Mika sempat ragu saat Sadin mengajaknya belanja ke pasar, dipikirnya pasar tradisional itu becek, padat, dan kotor. Tapi pasar ini tidak, pemerintah menyiapkan sebuah bangunan beratap tinggi demgan banyak lubang ventilasi sehingga perputaran udara lancar,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD