ICHYL:33 - Hampir

1339 Words

“Tumben pulang-pulang muka sumringah, biasanya kalau ada gosip sama cowok, kamu pasti uring-uringan,” komentar Sadin pada sang anak sulung sang yang baru saja pulang. Hari sudah larut, mereka berpapasan di tangga saat Mika hendak ke kamar dan bundanya hendak ke dapur untuk mengambil air. Terlihat dari teko kaca di tangannya dan bundanya sudah memakai baju tidur. “Nanti juga diberesin sama Dave, Bun,” jawab Mika santai. Dave pasti tahu apa yang harus dia lakukan. ”Aku naik dulu ya, Bun. Capek,” ujar Mika lalu melanjutkan langkah menuju kamar, meninggalkan bundanya di belakang yang masih menatapnya dengan kernyitan aneh di kening. Seperti mencium sesuatu yang berbeda dari Mika. “Kak,” panggil Sadin tiba-tiba. “Ya, Bun?” Mika berhenti hanya untuk menoleh ke Sadin. “Handphone kamu masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD