"Mau minum apa?" "Ck, harus aku bilang berapa kali, sih? Jangan perlakukan aku kayak tamu," Mika berdecak sebal. Marco ini aneh sekali, beberapa waktu lalu seolah-olah tidak rela melepaskan Mika padahal mereka sedang berada di luar. Tapi begitu masuk ke dalam bangunan tertutup milik pribadi lelaki itu, Marco justru menjauh. Jaga jarak seolah Mika adalah wabah. Sebetulnya wajar-wajar saja, Marco mungkin canggung karena selain Mika, belum ada orang luar yang pernah masuk ke sini. Tapi tetap saja, Mika sebal diperlakukan seperti orang asing. Bahkan setelah Mika menolak tawaran minumnya, Marco tetap beranjak ke pantry, mungkin membuat minum untuk dirinya sendiri sekaligus usahanya untuk mengatasi rasa canggungnya sendiri. Padahal belum sampai lima menit lalu mereka berciuman di tangga sep

