"Aduh, perutku mules, deh. Kamu lama amat mikirnya," celetuk Mika, gemas menunggu Marco buka suara. Jahat sekali orang-orang yang berusaha menguji kesabaran Mika, karena yang namanya Mikayla Dinta dan kesabaran adalah dua hal saling bertolak belakang. Tidak akan bisa sejalan. Mika saja yang sering kali tidak tahu diri dengan berkata akan bersabar padahal kenyataanya selalu geregetan duluan. "Mau ke toilet dulu?" "Marco, serius kamu menanyakan itu?" Mika menatap Marco tak habis pikir. "Perutku mules bukan karena mau buang air, tapi karena kelamaan nungguin kamu ngomong. Jadi gimana?" tuntut Mika. Sudah cukup menunggu dan sabarnya, kalau lebih lama lagi, bisa-bisa Mika betulan buang air besar. "Aku nggak main-main waktu bilang kalau aku bisa sangat egois dan nggak akan ngelepas kamu kal

