Jika kepala Mika ini diibaratkan sbagai sebuah balon, pastilah kepala Mika sudah pecah karena mendapat tekanan dari berbagai sisi. Jika kebanyakan masalah satu selesai baru muncul baru, alias silih berganti. Yang dilami Mika ini bisa disebut bertubi-tubi, satu belum selesai tapi sudah ketambahan masalah baru. Ada apa pula dengan Marco yang tiba-tiba menyuruhnya mencurigai Erlin? Marco jelas bukan orang yang bicara sembarangan, pasti ada alasan mengapa dia berkata demikian. Namun, menyebalkannya Marco tidak mau langsung terus-terang. Seperti menutup-nutupi sesuatu yang justru kesannya hanya ingin membuat Mika bingung saja. Tadinya Mika ingin mengabaikannya lantaran kesal menebak-nebak apa maksud Marco bergitu dan apa yang harus dicurigai. Ia merasa lebih mengenal Erlin, apa pula yang har

