ICHYL:58 - Semua Pembong

1203 Words

Mika ngambek. Setidaknya, rencananya begitu. Mika tadinya ingin mendiamkan Marco sampai Marco sadar kalau masalah semalam masih membuat Mika kesal padanya. Tapi punya pacar sepasif Marco sementara Mika sendiri kebetulan saat pembagian jatah sabar datangnya belakangan itu harus jauh-jauh dari yang namanya kode-kodean, mau menunggu dia peka, yang ada percuma. Bisa-bisa Mika naik darah. Kalau marah, mending langsung bilang saja. Mika belum siap mati muda. Mika mendengkus sambil melipat tangan di d**a. “Kamu nggak mau ngomong sesuatu atau apa begitu?” “Kamu ingin aku ngomong apa?” “Lho kok malah tanya?!” sungut Mika, padahal baru memulai percakapan tapi sudah mulai kesal. Bukannya mengatakan apa yang ada di benaknya selagi Mika beri kesempatan—bahkan berbaik hati tanya duluan, ini malah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD