Merelakan

1159 Words

“Iya Sayang. Sumpah!” Deon terpaksa berbohong, habisnya mau bagaimana lagi. Milia berhasil membuat pria yang satu ini mengalami panas dingin tapi bukan karena masuk angin, ini kena penyakit takut dimarahi Milia. Orang satu kantor tadi pagi heboh, orang asisten Deon kali ini yang heboh, kalau Deon soh dari kemarin memang sudah heboh ketakutan dengan ancaman Milia. Kelakuan anak gadis ada-ada saja deh, bikin kang mas ganteng ketar-ketir tidak karuan. Keringat dingin itu malah sekarang merambat membuat perut Deon mual dan mulas akibat stres. Milia masa iya seteliti itu sih, masa iya hafal posisi dan bentuk cetakan bibirnya, ya ampun itu anak pengen diceburin ke kali atau sumur lagi kali ya. “Beda ah.” Milia masih tidak mau mengalah masih bersikukuh kalau itu bukan bekasan bibirnya. “Sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD