Sedih sih memang terpisah dari teman yang sudah menemani kita selama bertahun-tahun, sudah hafal sifat, sikap dan seluk beluknya eh masih saja kecolongan. Kini anggota mereka tidak lengkap lagi. Mungkin ini cara tuhan memisahkan kita dari orang yang menurutnya tidak baik dan membahayakan. Milia dan kawan-kawan harus merelakan kepergian Dea. Mungkin sudah sampai di sini, mereka nanti bisa ketemu jika ada waktu saja karena sudah beda kota. Penyesalan datangnya di akhir, Dea menyesal sekali ikut-ikutan urusannya Siska, kan jadi dia yang disalahkan. Nasi sudah jadi bubur, ya sudah Dea terima saja nasibnya saat ini. Bukan berarti gara-gara perkumpulan ini Milia gagal sidak, dia tengah sibuk memesan sesuatu lewat aplikasi, ya apalagi kalau bukan taxi online. Milia penasaran apakah kedatanganny

