“Hiks …. Pak … lepaskan anak saya. Saya mohon.” Tiba-tiba di kantor polisi ada seorang wanita yang menangis histeris, dia berteriak memohon polisi untuk melepaskan anaknya. Hati ibu mana yang tidak hancur jika tahu anaknya harus merasakan dinginnya jeruji besi, tidak bisa bergerak bebas dan terkurung selama beberapa waktu dan nama baiknya sudah hancur lebur, masa depannya juga dipertaruhkan. Dunia anak itu seakan runtuh seketika hanya karena dia menilai orang berdasarkan katanya, lalu dia melupakan seribu kebaikan orang lain dan hanya mengingat satu titik keburukannya saja. Apa yang dia dapat saat ini adalah apa yang dia tanam sebelumnya. Ya beginilah, dia mendapat rasa sakit sedangkan orang yang disakiti semakin bersinar. Polisi hanya bisa menenangkan atau mengusir wanita yang membuat k

