Rasanya gemas sekali menjahili Milia. Tadi dia menangis kan, sekarang tiba-tiba sudah bisa tertawa dan kesal pada Deon. Senyuman Deon juga sering terukir saat dia bersama gadis ini. Tidak ada rasa risih ataupun lelah karena membantu semua urusan Milia, yang ada Deon semangat dan serius melaksanakannya. Bencana ini juga membawa berkah, Milia masuk rumah sakit kan jadinya Deon bisa tidur dan bisa sering bertemu dengan gadis ini, coba kalau Milia sibuk kuliah dan main, waktu bertemu dengan Deon akan sedikit, Deon-nya juga sibuk bekerja. Untuk kedua kalinya dia punya partner wanita yang menyenangkan selain Endang, Milia memang mirip ibunya, sama-sama menghibur dan menyenangkan, polos dan tulus. “Bohong hei. Enggak kok.” Deon peluk erat-erat Milia, kalau bisa jangan sampai lepas. Gemas rasan

