"Kenapa menghindar? Bukankah kau sengaja memakai pakaian seperti ini untuk menggodaku?" bisiknya dengan suara yang terdengar berat. Dia memelukku semakin erat. Membuat dadaku terasa sesak karena yang dia lakukan bukan hanya memeluk, tapi juga memberikan kecupan-kecupan di leher. Mengulang sesuatu yang pernah dilakukannya padaku hari itu. Saat Bang Alex berhasil menjebaknya. "Ayo, kita mulai sekarang. Akan kupastikan kau bakal jalan terpincang-pincang besok pagi," desis Mas Rafka dengan napas memburu. Aku mendongak menatapnya. Sungguh, aku seperti tak mengenali suamiku sendiri di saat-saat seperti ini. Kata-katanya yang terdengar frontal dan tatapan matanya yang terlihat messum saat menatapku, membuatku merasa jika lelaki yang masih mendekapku dengan erat ini, benar-benar adalah orang y

