Call Me Beautiful And Dangerous Woman

1348 Words
Happy Reading . . . *** 10 tahun kemudian. ~Paris, Perancis~ Matahari sudah menampakkan diri sejak beberapa jam yang lalu, dan menandakan jika hari sudah semakin beranjak siang. Namun kedua insan itu masih setia bergelung di balik selimut tanpa sehelai benang pun setelah semalaman mereka bergumul dan saling memuaskan hasrat. Di saat sedang menikmati alam mimpi, tiba-tiba saja mereka pun langsung terbangun karena terkejut mendengar suara ketukan pintu kamar yang sangat kencang dan di ketuk secara terus-menerus. "Sh*t! Who's that?" umpat wanita itu. "Anitta! Satu jam lagi lo ada pemotretan! Cepetan bangun!" teriak seorang wanita di luar sana yang terus-menerus mengetuk pintu kamar dengan kencang. "Baby, move your ass. Aku tidak ingin manager kamu menghancurkan mansion-ku karena teriakannya." "Gosh!" gerutu wanita yang dipanggil Anitta tadi sambil mengambil kimono yang berada di lantai dan memakainya. Baru saja Anitta membuka pintu kamarnya, ia langsung disembur dengan ocehan-ocehan Kyra sang manager. "Handphone lo ke mana sih? Gue hubungin dari tadi nggak aktif-aktif. Lo kan tahu ka-" "Iya bawel. Gue mandi dulu ya,” balasnya dengan santai. "Lo dibawelin saja nggak ngerti apa lagi nggak gue bawelin. Lama-lama gue mundur jadi manager lo." "Jangan gitu dong. Emangnya lo nggak sayang sama gue?" "Buruan mandi sana." "Iya iya. By the way, lo mau masuk nggak?" "Makasih! Gue nggak mau mata gue sampai ternodai karena habis lihat kamar lo berdua yang setiap pagi kayak habis perang dunia. Lagian mansion Levi itu luas, gue tunggu di depan saja." "Siapa tahu lo penasaran sama ..." "Sudah sana mandi! Gue nggak mau ntar kita telat." ujar Kyra sambil mendorong tubuh Anitta agar wanita itu cepat mandi. Tidak perlu memikirkan gaya bicara Anitta dan Kyra yang seperti gaya bicara orang Indonesia, karena memang keduanya berasal dari Indonesia. Anitta dan Kyra bertemu ketika mereka sedang sama-sama masuk ke sebuah sekolah modeling di Paris. Namun ketika baru beberapa bulan mereka menjalani sekolah model itu, tiba-tiba saja Kyra memutuskan untuk keluar dari sana entah karena apa alasannya. Dan setelah Anitta lulus dari sekolah model dan siap untuk memulai karirnya di dunia modeling, Anitta langsung menghubungi Kyra dan memintanya untuk menjadi manager-nya karena hanya Kyra-lah yang Anitta percaya karena mereka sama-sama berasal dari negara yang sama. Lalu setelah itu Anitta melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan menyelesaikan mandi paginya dengan cepat. Dengan memakai T-shirt beserta celana jeans, dan dipadukan dengan high heels. Anitta mengikat rambut panjang blonde-nya dengan asal sambil berjalan menghampiri sang kekasih yang kembali tertidur setelah mendengar teriakan Kyra tadi. "Boo, kamu tidak pergi ke kantor?" tanya Anitta sambil menindih tubuh Levi lalu mencium sudut bibir kekasihnya itu. "Memangnya kamu lupa hari ini, hari apa?" balas Levi sambil membuka matanya. Dengan seketika Anitta pun langsung teringat jika hari ini adalah hari Minggu yang berarti kekasihnya itu tidak pergi ke kantor. "Hari ini aku ada pemotretan, jadi aku lupa hari ini hari apa." "Pemotretannya sampai jam berapa?" "Mungkin sore atau malam. Nanti aku kabarin kamu lagi." "Ya sudah nanti aku jemput." "Okay. Love you my lovely-dovey," ujar Anitta lalu mencium bibir Levi dengan cepat namun sebelum Anitta bangkit dari duduk Levi sudah lebih dulu menarik Anitta ke atas tubuhnya dan memperdalam ciuman itu. Namun hal tersebut tidak terjadi lama karena Kyra sudah menendang pintu kamar mereka hingga kedua insan itu terkejut dan melepaskan ciumannya. "Enak ya?! Gue capek-capek nunggu di depan, lo malah asik-asikkan di sini. Kuping gue udah panas banget tahu nggak gara-gara dengerin omelan Trevor setiap lo telat mulu dateng ke pemotretan. Kalo kaya gini, gu-" "Iya nyonya. Ayo kita berangkat sekarang ya," balas Anitta yang langsung berdiri dan menghampiri Kyra lalu mendorong sang manager keluar dari mansion. Anitta. Wanita yang 10 tahun lalu dipanggil dengan nama Jade. Wanita yang selalu di-bully oleh teman-temannya karena memiliki rupa wajah yang buruk dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya hingga ia selalu mendapat bully saat masa sekolah. Namun tidak lagi. Ia sudah berubah 180 derajat. Wajah yang dulu selalu diejek sudah berubah menjadi wajah yang sangat dicari oleh majalah-majalah ternama agar wajah dan tubuhnya itu bisa terpampang di sana. Tidak hanya itu saja, tubuhnya juga sudah tidak sekurus dulu. Sekarang ia memiliki tubuh yang sangat proporsional dan berisi di bagian-bagian yang memang seharusnya menonjol. Warna kulitnya pun juga sudah tidak kusam seperti dulu lagi, dari wajah hingga ujung kakinya itu tidak pernah lepas dari pengawasan dokter perawatan wajah dan perawatan kulit. Tidak secara penampilan saja, Jade yang sekarang bukan lagi seorang wanita yang pemalu, culun dan takut jika ada yang orang yang memarahinya. Dia sekarang adalah wanita yang percaya diri dan satu lagi, ia bukan lagi seorang Jade. Dia adalah Anitta, seorang model yang paling dicari. *** Malam harinya setelah sesi pemotretannya selesai, Anitta mendudukkan dirinya di sebuah sofa sambil menikmati sebatang rokok di tangannya sambil menunggu sang kekasihnya menjemput. Namun ketika Anitta baru menghidupkan ponsel miliknya, ponsel itu langsung berbunyi dan terdapat nama Jason di layar. Dengan sedikit malas Anitta mematikan rokok pada tempat sampah di dekatnya lalu membuangnya, setelah itu ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut. "Halo," ujar Anitta. "Jade, kamu ke mana saja? Sejak tadi Ayah menghubungi kamu tidak bisa terus," tanya orang itu di ujung sana. "I'm not Jade," balas Anitta dengan dingin. Wanita itu sudah berkali-kali mengingatkan kepada Ayahnya itu untuk tidak memanggil dengan panggilan Jade lagi. Karena baginya Jade itu sudah mati, dan sekarang ia lebih senang dan sangat ingin jika ia dipanggil dengan sebutan Anitta. Nama yang sama seperti yang dimiliki oleh Ibunya yang sudah meninggal. "Iya Anitta. Bagaimana kabar kamu di sana?" "Anitta baik-baik saja, Yah. Anitta baru saja selesai pemotretan, maka dari itu ponsel Anitta baru Anitta nyalakan." "Oh seperti itu. Kamu di sana baik-baik saja 'kan?" "Anitta baik-baik saja, Yah. Ada apa Ayah menghubungi Anitta?" "Kapan kamu pulang? Ayah sangat merindukan kamu." "Nanti, Yah. Anitta masih banyak pekerjaan di sini." "Memangnya masih berapa lama lagi pekerjaanmu di sana?" "Anitta tidak tahu. Memangnya ada apa?" "Ayah hanya ingin memberitahu jika anak teman Ayah itu sudah pulang dari kuliahnya yang di Inggris. Maka dari itu Ayah ingin menyuruhmu untuk pulang juga." "Ayah, Anitta tidak suka kalau Ayah ingin menjodoh-jodohkan Anitta. Lagi pula Anitta juga masih belum ingin menikah. Kalaupun Anitta ingin menikah, Anitta bisa mencari pasangan Anitta sendiri." "Ayah tidak menyuruhmu untuk cepat-cepat menikah, Anitta. Ayah hanya ingin kamu mengenal dan dekat dengan anak teman Ayah itu." "Anitta sudah punya kekasih, Ayah. Jadi jangan menyuruh Anitta untuk berkenalan dengan anak teman Ayah itu, karena Anitta sama sekali tidak berminat dan tidak tertarik." "Kekasih kamu yang sudah kelewat dewasa itu ya?" "Cukup, Yah! Anitta rasa pembicaraan ini sudah selesai, sampai jumpa Ayah." Anitta mengakhiri panggilan telepon dari Ayahnya itu dengan kesal. Karena sudah sering kali Jason menyinggung-nyinggung tentang anak temannya. "What happen babe?" tanya Levi yang baru datang dan memeluk Anitta dari belakang. "Nothing. Just my Dad calling me." "Kita makan malam dulu ya." "Bagaimana kalau delivery saja? Aku sudah sangat lelah dan ingin cepat-cepat beristirahat." "As you wish princess," ujar Levi sambil mengecup bibir Anitta dengan cepat lalu menggandeng tangan Anitta menuju mobilnya. Levi. Pria yang memiliki kisah cinta yang sangat rumit dan selalu gagal saat ia menjalin hubungan dengan setiap wanita yang ia temui itu. Dan akhirnya ia bisa menemukan sosok pengganti di hatinya dari seseorang yang dulu ia cintai yaitu, Mommy dari anaknya itu. Dan Anitta, wanita yang pertama kali ia temui pada saat mereka sedang sama-sama datang ke suatu pameran lukisan di Paris sekitar tiga tahun yang lalu. Dan sudah satu tahun setengah ini mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Karena cukup sulit bagi Levi untuk menaklukan hati Anitta dan meyakinkan wanita itu agar cintanya bisa diterima. Walaupun perbedaan usia di antara mereka cukup jauh yaitu 15 tahun, di mana Levi sudah berusia 42 tahun sedangkan Anitta baru menginjak usia 27 tahun. Hal itu tidak bukanlah sebuah masalah untuk mereka. Usia itu hanyalah sebuah angka, yang menjamin kebahagiaan itu hanyalah rasa cinta dan sayang di antara mereka. Dan yang paling utama adalah tidak ada yang mencoba untuk saling mengkhianati satu sama lain. *** To be continued . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD