22. Si Pencuri

1993 Words

"Halo, Nem. Kata yayasan, kamu sudah dapat tempat kerja yang baru ya? Kok kamu nggak ngomong sama suami mu ini? Kamu mau jadi istri durhaka?" tanya suara dari seberang membuat Inem terlonjak kaget. "Hm, itu mas, aku memang sudah dapat kerja di rumah orang. Tapi baru beberapa hari ini aku kerja. Nggak bisa kirim gaji sekarang. Bulan depan baru gajiannya bisa aku kirim, Mas," sahut Inem lirih. "Ck, kebanyakan alasan saja kamu! Anak kamu itu banyak makannya. Aku juga baru kalah judi. Gobl*k kamu!" teriak suami Inem dari seberang telepon. Seketika nyali Inem mengerut. Tapi tak urung juga, rasa dendam di dalam hatinya terasa semakin besar. "Mas, kamu ini apa nggak tahu malu? Kamu kan kepala rumah tangga? Tapi kenapa justru membuatku pontang panting dan kebingungan cari uang?" tanya Inem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD