23. Menangkap Basah

1854 Words

Dokter Marzuki yang sedang mengulurkan tangan ke plafon rumahnya seketika terdiam. Dia tidak menyangka bahwa Yasmin akan meminta hal itu. Lelaki muda itu turun dari kursi lalu mendekati Yasmin. Dengan lembut dielusnya rambut Yasmin. "Kemarin papa ketemu dengan pak Jaka, ayahnya mbak La. Kata ayahnya, mbak La sedang ujian, Min. Jadi belum bisa main kemari dan kamu juga jangan main ke sana dulu. Karena mbak La pasti sibuk, Sayang. Kamu main sama mbak Inem atau papa dulu ya." Marzuki menatap ke mata anaknya. Berharap anaknya mau mengerti kondisi saat ini, tidak rewel, dan tidak tantrum karena hal itu. Yasmin hanya menatap papanya. Seolah tahu kegusaran yang dialami papanya. "Ya pa. Yasmin akan main sendiri kok. Papa lanjut aja mengganti lampunya," sahut Yasmin tersenyum. Entah kena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD