Sudah satu hari setelah pengiriman file melalui surel kepada seseorang yang belakangan ini kerap berkomunikasi dengannya, Aksa tak lagi mendapat teror panggilan masuk seperti sebelumnya. Ponselnya nampak tenang, sebetulnay dirinya penasaran. Namun ia memutuskan untuk menunggu seperti yang sudah diperintahkan oleh orang tersebut, toh ini baru satu hari. Bicara ponsel, ponselnya yang ada di atas meja itu bergetar. Ada sebuah pesan masuk yang mendarat di sana. Buru-buru Aksa memeriksanya, barangkali itu pemberitahuan yang ia nantikan. Begitu membaca isi pesannya, Aksa hanya menampilkan ekspresi datar kemudian segera beranjak meraih jaketnya yang digantung di belakang pintu sebelum akhirnya keluar meninggalkan rumah. Mencegat taksi di pinggir jalan untuk meluncur ke rumah sakit seperti perin

