Perasaan Amel campur aduk, karena ini pertama kalinya tidur satu ranjang dengan laki - laki.
Ranjang terasa goyang seperti ada beban berat. Ternyata Danis sudah berada di atas ranjang
" Mel, kamu sudah tidur ? " tanya Danis pelan
Amel tidak menjawab, dia pura - pura tidur. Karena dia canggung, binggung harus apa. Padahal kemarin - kemarin dia yang semangat malam pertama.
Karena tidak ada jawaban dari Amel. Danis pun mendekatkan tubuhnya ke Amel.
Memeluk Amel pelan - pelan dari belakang, sambil mengusap kening dan pipi Amel. Danis membalikkan tubuh Amel sehingga Amel tidur telentang.
Danis memandangi wajah istrinya, isteri kontrak maksudnya. Danis sambil mengusap wajah Amel dan…
" Crup " bibir Danis sudah mendarat di bibir Amel.
Danis mencium dengan lembut lama kelamaan mulai cepat ciumannya. Amel yang dari tadi pura - pura tidur langsung batuk.
" Uhuk ...... uhuk ...…."
" Mel, kamu kenapa ? Ini minum dulu " kata Danis
" Makasih mas " jawab Amel
Setelah itu Danis langsung melanjutkan aksinya mencium Amel kembali.
" Ah….mas " desah Amel
" Ya sayang, Mel Aku ingin malam ini. Boleh kan ? " pinta Danis
Amel hanya mengangguk tanda setuju.
" Terima kasih Mel "
Amel mulai bisa membalas ciuman Danis, dan semakin membuat danis semangat.
Danis menyusuri setiap bagian tubuh indah Amel. Amel merasakan setiap sentuhan. Danis melakukannya dengan lembut sehingga rasa sakit yang di rasakan Amel berkurang.
" Arghhhhhhh ..….. Mas ...…… "
" Ya sayang, crup "
" Ahhhhhh Amel, kamu niat sekali sayang. "
" Arghhhhhhh " teriak Danis puas
Setelah kegiatan malam itu mereka langsung tidur berpelukan. Seperti sudah menyatu perasannya.
Amel merasa benar - benar menjadi istri sungguhan
" Pagi mas, yuk sarapan Aku sudah masak kesukaan Mu, Nasi goreng seafood. " kata Amel
" Pagi. Kamu bangun jam berapa kok sudah selesai masak ? " tanya Danis
" He ...... he ...…. jam berapa ya ? ini Mas jus nya. " kata Amel senyum
" Hemmmmm segar jusnya, Mel " kata Danis
" Makasih Mas " jawab Amel
" Mel habis sarapan lagi yuk " Danis merajuk kembali karena ketagihan haha ...... hahha ...….
Amel tersenyum tertunduk malu, pipinya merah.
" Lagi apa Mas ? " Tanya Amel bingung
" Itu kayak semalam, ya ....... ya ....... mau ya " Danis mengerlingkan mata ke Amel dengan senyum
Amel hanya mengangguk. Tiba - tiba suara telpon Danis berdering mengganggu suasana romantis mereka. Kemudian Danis menerima telpon.
" Halo " kata Danis menjawab Telponnya
" Halo Sayang, kamu sudah bangun ? Emmmm ....... Sayang bisa enggak hari ini Kita ketemu " kata Sonya
Raut wajah Danis langsung tegang dan kaget dengar siapa yang menelponnya.
" So ....... sonya ! ! aku sudah bilang jangan ganggu aku lagi ! " kata Danis kesal
Danis langsung menutup telponnya dan Amel hanya terdiam mendengarkan percapakan Danis dengan Sonya lewat telpon tadi.
Yang ada di pikiran Amel adalah, Amel takut kehilangan Danis, Amel takut kalau Danis meninggalkannya dan kembali pada sonya.
Danis meletakkan handphone nya di meja dengan keras karena kesal. Mood nya seketika itu menjadi berubah.
Tanpa dia sadari di depannya sedang ada Amel.
" Mas …. Mas Danis, baik - baik saja ? " tanya Amel
" Itu Sonya ....... hahhhhhhh ! " Danis teriak kesal
" Memangnya Sonya bilang apa mas, kok Mas Danis jadi seperti ini ? " kata Amel
" Enggak bilang apa - apa " bohong Danis
Danis marah dan kesal karena Sonya menganggu kehidupannya lagi dan tanpa Danis sadari, teringat masa indahnya dengan Sonya.
Sekian detik mendengar suara dan rengekan Sonya, Danis menjadi goyah hatinya. Cinta Amel atau Sonya ?. Danis bingung dengan keadaan dia sekarang.
Padahal semalam Danis merasa bahagia dan merasa nyaman adanya Amel.
Danis langsung meninggalkan Amel dan masuk kamar. Amel sedikit kecewa dengan sikap Danis.
Dalam diamnya Danis di kamar. diam - diam Danis telepon Sonya.
" Kamu di mana sekarang ? " Tanya Danis pada Sonya
" Aku ditempat biasa dulu Kita bertemu Sayang" jawab Sonya menggoda
" Ok tunggu Aku di sana, Aku akan kesana " jawab Danis
" Benarkah ? baiklah Aku tunggu kedatanganmu, Sayang. hati - hati di jalan ya." kata Sonya senyum penuh kemenangan
Danis langsung berganti baju dan ambil kunci mobilnya dan langsung pergi tanpa pamit Amel