BAB 9

1092 Words
Setelah menunggu lima menit Dokter keluar dari ruang ICU. " Danis, papamu ingin bicara dengan Amel " kata Dokter " Ya Dokter, Dok papa akan baik - baik aja kan ? " Tanya Danis " Kamu doa saja untuk papamu " kata Dokter lalu Amel masuk ke Ruangan ICU. Setelah Amel masuk keruangan ICU. Amel menghampiri Rudy Papa Danis. Dengan air mata yang menetes. " Pa, ini Amel. Papa yang kuat ya Pa, harus kuat Pa. Mama sama Danis menunggu Papa diluar " kata Amel menangis sambil mengusap tangan Papa Danis " Mel, Papa mo ...... hon ja ...... ja ..... ga Dan ..... Nis dan Ma ...... ma. tet ... tap ... se ... tia deng ... deng ...... an Danis. " Kata papa Danis dengan terbata - bata menahan rasa sakit " Pa, Amel janji jaga Mama dan setia sama Danis. Amel sangat sayang sama Danis. Papa cepat sembuh agar bisa lihat cucu papa " kata Amel Tanpa Amel sadari, Danis sudah berdiri di belakang nya. Dokter memperbolehkan Danis dan Mamanya masuk keruang ICU karena kondisi Papa Danis. Dokternya sudah dekat dengan keluarga Danis. Danis dan santi yang mendengar hal itu semakin menangis. " Tit …. tit ..... tit …. " Suara vetilantornya yang menandakan detak jantung Papa Danis sudah tidak ada. " Pa ………………… ! ! ! ! , Bangun Pa ! ! ! " Teriak Danis Suasana Ruangan ICU pecah karena tangis kehilangan. Danis, Santi dan Amel menangis tak henti hentinya. Amel memeluk Mama Danis. Dan keesokan harinya setelah melakukan pemakaman Papa Danis. Amel tetap berada di sisi mama Danis dan Danis karena mereka adalah orang yang paling kehilangan kepergian Rudy papa Danis. " Ma, mama harus makan Ma. Mama jangan begini, kita boleh sedih Ma tapi mama jaga kesehatan. Kalau Papa lihat mama seperti ini papa semakin sedih. " kata Amel Santi hanya diam dengan tatapan mata kosong. Begitu juga dengan Danis yang selalu menyendiri. Kadang juga menguatkan mamanya. Amel menghampiri Danis dan berusaha pegang janji papa Danis, walau sebenarnya Amel hanyalah nikah kontrak dengan Danis. dan bagi Amel pernikahannya ini tidak mungkin bertahan lama. karena Danis tidak menginginkannya. " Sayang, makan yuk. Ajak Mama juga. Kamu harus kuat di depan Mama agar Mama juga semangat lagi. Dan Aku akan selalu di sampingmu " kata Amel lembut sambil mengusap kepala dan memeluk Danis " Mel, kamu tidak usah pura - pura mencintaiku dan sayang dengan Aku Kamu saja yang makan dengan Mama, Aku masih kenyang " jawab Danis lesu Baru kali ini Amel melihat Danis yang tak berdaya, hancur karena kehilangan papanya. Sedekat apakah mereka sampai Danis seperti ini. Ya Danis memang sangat dekat dengan papanya. dua bulan sudah kepergian Rudy Papa Danis. Kehidupan menjadi normal kembali. Santi mulai kuat dan tinggal sendiri di rumah. Danis sudah beraktivitas seperti biasa. Mengerjakan tugas kantornya yang terbengkalai selama papanya meninggal. Kehidupan Amel mulai berubah saat dia mencintai Danis dengan tulus, dan mau melakukan hubungan suami istri dengan Danis untuk memenuhi janji Papa Danis. Dan berjanji akan memeberikan cucu walau nanti anak itu mungkin tidak di harapkan Danis. " Mas, Aku mulai sayang sama kamu sejak kita sering bersama. Apa Aku salah mencintai dan menyayangi kamu ? Aku tau, Aku hanya dikontrak untuk pernikahan. Tapi Aku akan melakukan sebagaimana kewajiban seorang istri selama kontrak masih ada, boleh kan Mas ? " " Mel, Aku dengar semua apa yang di katakan papa ke kamu. Aku tau semua ini karena permintaan papa kan ? " " Mas, dengarkan Aku. Sebenarnya waktu kita prewed Aku mulai jatuh cinta sama kamu tapi Aku tepis angan itu karena tidak mungkin ini terjadi. Aku hanya berdoa kalau Tuhan memang menentukan kamu adalah jodohku pasti ada jalan. Dan ternyata Tuhan kabulkan permintaanku melalui Papaas Danis. Jadi Aku enggak minta Mas Danis mencintai Aku tapi Aku berusaha yang terbaik. " Mendengar ucapan Amel. Danis berpikir sejenak. Apakah ini nyata atau tidak. Danis juga sudah mulai mencintai Amel sejak pertama ketemu namun gengsi mengungkapkan. Setelah pembicaraan serius mereka berdua kemarin, keadaan rumah mulai sedikit happy. Malam pun tiba yang biasanya tidur terpisah, tiba -tiba Danis meminta Amel tidur dikamarnya. " Mel boleh enggak nanti malam temani Aku tidur, Aki merasa sepi " " I ..... iya mas enghak apa - apa " jawab Amel terkejut dengan perubahan sikap Danis Danis sudah ada di kamarnya dan duduk di meja kerjanya, Amel mengetuk pintu. " Tok ...... tok ...... tok …. " " Masuk Mel " " Ceklek " Danis terpesona melihat Amel yang memakai baju seksi dengan belahan d**a kebawah dan memakai hotpant seperti pertama kali bertemu di kos. Dan ya .....kalian tau pasti Mr nya danis mulai menegang. " Mas. Kok belum tidur ? " " Hem ......iya ini ada kerjaan sedikit tapi sudah selesai " " Oh. Ak tidur dulu ya ? " Amel berjalan ke ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya dengan posisi menghadap ke jendela. Perasaan Amel campur aduk, karena ini pertama kalinya tidur satu ranjang dengan laki - laki. Ranjang terasa goyang seperti ada beban berat. Ternyata Danis sudah berada diatas ranjang " Mel, kamu sudah tidur ? " Amel tidak menjawab, dia pura - pura tidur. Karena dia canggung, binggung harus apa. Padahal kemarin kemarin dia yang semangat malam pertama. Karena tidak ada jawaban dari Amel. Danis pun mendekatkan tubuhnya ke Amel. Memeluk erat Amel dari belakang, sambil mengusap kening dan pipi Amel. Danis membalikkan tubuh Amel sehingga Amel tidur telentang. Danis memandangi wajah istrinya sambil mengusap wajah Amel dan… " Crup " bibir Danis sudah mendarat di bibir Amel. Danis mencium dengan lembut lama kelamaan mulai cepat ciumannya. Amel yang dari tadi pura - pura tidur langsung batuk. " Uhuk ..... uhuk …. " " Mel, kamu kenapa ? Ini minum dulu " " Makasih mas " Setelah itu Danis langsung melanjutkan aksinya mencium Amel kembali. " em ..…. mas " " Ya sayang, Mel Aku ingin malam ini. Boleh kan ? " Amel hanya mengangguk tanda setuju. " Terima kasih Mel " Amel mulai bisa membalas ciuman Danis, dan semakin membuat danis semangat. Danis menyusuri setiap bagian tubuh indah Amel. Amel merasakan setiap sentuhan. Danis melakukanya dengan lembut sehingga rasa sakit yang di rasakan Amel berkurang. " ehm .... ….. Mas …… " kata Amel " Ya sayang, crup " jawab Danis " Ahhhhhh Amel, kamu niat sekali sayang. " " hhhh ........ hhh " teriak Danis puas Setelah kegiatan malam itu mereka langsung tidur berpelukan. Seperti sudah menyatu perasannya. Amel merasa benar - benar menjadi istri sungguhan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD