Ku melihat senyum di bibir Reina mendengar jawabanku. "Emang istrimu tidak memasak?" celetuknya. Deg Ku berhenti makan. Reina melihat perubahan ekspresiku. Senyum yang tadi disunggingkannya perlahan luntur. Dia menunggu responku. "Tidak," jawabku singkat. Aku melanjutkan makanku. Rasanya pagiku terlalu berharga untuk membahas topik itu. Dan sepertinya Reina peka dengan ekspresi yang ku tampakkan. Terlihat dari tatapannya yang berubah canggung. "Cepet habiskan, terus minum obat," serunya mengalihkan pembicaraan. *** Dewa pov "Aku tadi masak capcay sama steam ayam, ada di lemari makan, nanti kalau mau makan siang tinggal dipanasin aja, mas bisa kan?" "Kamu masak banyak banget re?" "Bahannya tadi masih, jadi aku buat aja sekalian." Reina lalu bercerita beberapa hal. Salah satuny

