Lamunan Alista terbuyar. Dia langsung menjauhkan dirinya dari Randi, dan bangkit berdiri sembari menepuk-nepuk roknya yang terkena debu. "Kita enggak ngapa-ngapain kok!" sentak Alista panik apalagi saat melihat wajah Ghea dengan tatapan curiga. "Bohong. Kenapa sampai tindih-tindihan begitu? Hayo, kalian mau ngelakuin apa? Sadar, Al. Lo udah punya Reynal, masa iya ngegaet kembarannya juga." sinis Ghea, memperhatikan gerak-gerik mereka yang membuatnya semakin yakin kalau mereka ada apa-apa. "Berisik. Tadi dia enggak sengaja jatuh. Gue berniat mau menangkap, tapi Alista udah terlanjur jatuh." sungut Randi sedikit emosi. Pandangannya tiba-tiba terpusat pada tas yang ditenteng Ghea. "nah, itu lo mau ngapain? Bolos, ya?" Ghea refleks menyembunyikan tas miliknya di punggung. "Apaan. I--ini

