Sidney Pov Aku membuka mata, lalu mengerjapkannya beberapa kali hingga tatapanku mengarah lurus ke atas sana. Cukup asing dengan langit-langit hitam yang baru aku lihat sekarang. Seingatku, langit-langit kamarku diberi cat putih tulang. Kuedarkan pandangan ke sekeliling, dan rasa bingung semakin melanda ketika melihat kalau ruangan ini tidak aku kenal sama sekali. "Di mana aku?" Aku bangun dari posisi berbaring. Lalu mengusap muka yang lengket efek bangun tidur. Aku melirik jam tangan yang melilit di tangan kiri. Pukul 5 sore... Lalu aku kembali menyapukan pandangan ke setiap sudut ruangan ini. Berharap ada satu benda yang bisa memberitahukanku akan pemilik kamar ini. Seingatku, bukankah tadi aku sedang dalam perjalanan menuju apartemen Paris? Apartemen? Ah ... apa mungkin kamar i

