XXVI. Bunda

1401 Words

Jakarta, 2021. “Bunda seneng deh kamu di sini!” Bunda tersenyum lebar sembari meletakkan satu mangkuk sup di atas meja. Grizella yang masih berpakaian tidur dan belum mandi hanya mampu tersenyum canggung sekarang. Apalagi, Aarave yang ada di sebelahnya. “Bunda, kalau Zella tidur di rumah aja gimana? Nanti malam sama siangnya ke sini, deh, sampe mau tidur?” Grizella masih mencoba menawar karena dirinya tidak ingin berada di satu lingkup yang sama dengan Aarave. Sayangnya, Bunda tidak setuju. Wanita itu tersenyum dengan kepala yang menggeleng. “Ini perintah, Zella, nggak ada tawar menawar.” “Ngeyel banget,” bisik Aarave. “Takut gagal move on, hem?” Mendengarnya membuat telinga Grizella gatal, ingin rasanya tangan cantik Grizella memukul keras wajah Aarave yang tersenyum menyeba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD