Jakarta, 2021. Pagi-pagi sekali Grizella menuruni anak tangga rumahnya. Dia sengaja tidak membawa keperluannya sekolah ke rumah Aarave agar dia tidak perlu berangkat bersama laki-laki itu karena perintah Soraya, tahu sendirilah bundanya itu sangat senang membuatnya terjebak dengan anak laki-lakinya yang b******k. Grizella mengelus pelan rambut lurusnya, dia tidak sempat memakaikan kaos kaki sebelum tidur karena semalam sibuk menangis. Tangannya memegang ponsel sambil sesekali membalas pesan dari Raka. Katanya, laki-laki itu tidak bisa menjemputnya, sebagai gantinya Marva akan kemari. Tidak masalah, lagi pula siapa pun yang datang tetap akan membuatnya merasa lega karena tidak harus bersama Aarave. Tidak berselang lama, Marva meneleponnya. Dia memberitahu jika sudah sampai di depan pe

