Jakarta, 2021. Gara-gara ajakan Grizella tadi, Marva jadi lebih sering memandangi dirinya. Biasanya memang Marva menatapnya, tapi tidak sesering ini. Bahkan hampir setiap tiga detik sekali Marva pasti meliriknya. Sepertinya, wajah Grizella lebih penting daripada penjelasan dari Bu Anggi di depan sana. Grizella sendiri kadang juga melirik tipis ke arah Marva. Hanya sedikit, karena jujur saja, saat mata mereka bertemu, d**a Grizella jadi berdebar kencang. Apa dia jatuh kepada Marva? Atau hanya karena gugup dan malu karena dulu menolak sekarang mengajak? “Nanti pulang gue mau ajak mampir makan, mau ya?” Marva berbisik kecil. Tidak dekat-dekat karena jarak duduk mereka yang memang sudah dekat. Grizella mengetuk-ngetuk pulpennya pelan, dia mengangguk bersamaan dengan ketukan ketiga. Sen

