XLII. Mungkin?

1490 Words

Jakarta, 2021. Membuka pintu dengan tubuh lemas, kemudian melempar sembarangan tas yang dia bawa. Selanjutnya, Grizelle merebahkan diri dengan kasar. Baru saja dia sampai ke rumah setelah acara maaf-memaafkan dengan Grizella. Kegiatan menyebalkan yang sangat tidak ingin dia lakukan sebenarnya. Apalagi, dia masih belum puas membuat Grizella menyesal karena merebut Marva darinya. Sial. Memikirkan Grizella membuat Grizelle tidak tenang dan kembali pening. Grizelle akhirnya memutuskan untuk berdiri dan menuju ke kamar mandi. Dia butuh air untuk menyegarkan otaknya. °^°^°^°^°^°^° Kembali ke kamar setelah Grizelle memutuskan pergi, itulah yang Grizella lakukan. Langkah terkesan pelan begitu mendapati Aarave yang masih tertidur di sebelah ranjangnya. Gadis itu terdiam menatap wajah laki-la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD