Para warga tak menggubris omongan Aisyah ataupun Sidik. Mereka tetap digiring ke rumah Pak RT. Aisyah dan Sidik berusaha keras menjelaskan semuanya. Dari mereka diserang penjahat hingga berakhir di sini, di rumah ketua RT yang bernama Pak Reno. Pak Reno dan beberapa warga ikut mengamati Aisyah dan Sidik. Tidak hanya empat orang tadi yang masih setia mengawal Aisyah dan Sidik, tapi warga lainnya bermunculan seperti diberi kabar satu per satu dan seolah tersebar satu kampung perumahan. Rumah ketua RT menjadi ramai karenanya. "Bagaimana saya bisa percaya. Di tubuh kalian tidak tampak luka atau berdarah karena diserang penjahat. Kalian tampak biasa saja, hanya berkeringat. Seperti habis melakukan sesuatu yang–" Pak Reno menjeda ucapannya. Mata Aisyah melebar mendengar penuturan Pak ketua

