65. Luka yang Terbawa

2022 Words

“Naya?” Naya masih tidak menurunkan kedua tangannya yang menutupi telinga, pun dengan pandangannya yang terus menunduk ke bawah. Gadis itu masih berada di titik bekunya, masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi dan suara siapa yang baru saja didengarnya. “Nay? Kamu nggak apa-apa, kan? Kenapa diem aja di zebra cross tadi? Hm? Hei.” Tidak. Naya pasti salah dengar, pria yang tengah bicara dengannya itu pasti bukan seseorang yang kini ada di pikirannya. Itu tidak mungkin. Kalaupun iya, kenapa? Bagaimana bisa? Naya menghadapi dilemma terbesar lain dalam hidupnya. Gadis itu ingin memastikan, ingin mendongak dan melihat langsung sosok yang menarik dan mendekapnya itu, tapi entah bagaimana Naya bahkan tidak bisa menaikan pandangannya, gadis itu tidak bisa untuk bertemu tatap dengan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD