Krist, tentu saja itu Krist. Pria itu menepuk-nepuk punggung Naya untuk menenangkan wanita itu, tapi agaknya terlalu banyak yang melintas di kepala Naya hingga sugesti yang Krist berikan padanya tidak masuk dan meresap ke dalam kepalanya. Tubuh gadis itu masih tetap bergetar, bahkan tak lama kemudian Naya justru kehilangan kesadarannya. Naya jatuh tak berdaya ke dalam pelukan Krist, yang saat itu tentu membuat Krist panik bukan main. “Nay! Naya! Naya bangun! Hei…!” Krist menepuk-nepuk pipi gadis dalam dekapannya, mencoba menyadarkan Naya namun tak berhasil. Rintik hujan yang semula terhalang payung perlahan membasahi wajah Naya yang menegadah ke langit. Sebab sosok yang semula menaungi mereka dari hujan terpaksa menyingkirkan payung untuk membantu apa yang terjadi. “Biar saya bantu ba

