Esok paginya Shawn melihat Erlena menunggunya di depan pintu ruangan. Matanya menyipit melihat Erlena tersenyum saat melihatnya datang. “Apa yang kamu lakukan di depan ruanganku?” Tanya Shawn dengan mata menyapu ke sekeliling takut kalau ada orang yang memperhatikan mereka. “Menunggumu.” Jawab Erlena singkat. Shawn membuka pintu ruangannya dan menyuruh Erlena masuk. “Tolong, Erlena, jangan membuat orang-orang menjadi curiga pada kita.” Pinta Shawn mengunci pintu ruangannya saat mereka sudah masuk ke dalam ruangan. “Maafkan aku, Shawn, tapi, aku tadi membuatkanmu ini.” Erlena mengeluarkan stoples kue dari dalam tasnya dan memberikannya pada Shawn. “Sebagai permintaan maafku karena membuatmu melakukan itu…” Dia menggigit bibir bagian bawahnya. “Kamu seharusnya tidak usah membuatkan aku k

