“Kamu mau Shawn hancur sehancur-hancurnya atau hanya ingin dia terpeleset saja?” James bertanya. Salah seorang pelayan meletekan dua gelas sampanye di atas meja. “Mau bagaimana pun dia ayah dari anak-anakku.” James memperhatikan Luna. “Jadi?” “Biar aku saja yang menentukannya nanti akan bagaimana akhir dari kisahku dan dia.” James bertepuk tangan. “Oke, kita mulai. Erlena adalah mantan Shawn. Dia berusaha masuk ke dalam lingkungan kaum elit dengan mengencani pria-pria kaya yang dibodohinya. Dan sekarang, Shawn adalah targetnya. Jujur saja Shawn sudah masuk ke dalam perangkap Erlena.” “Well, kamu cantik, Luna. Sangat cantik. Jujur saja saat pertama kali bertemu denganmu aku mengagumimu.” Lanjut James. “Aku apresiasi pujianmu.” Jawab Luna datar. “Aku akan menyelidiki sendiri soal E

