BAB - 53

1074 Words

Shelly heran bagaimana bisa ada manusia seperti Erlena di dunia ini? Dia memang tidak tahu apa-apa soal kehidupan Erlena, namun, apakah seseorang akan menjadi sangat egois karena cinta? Melihat bagaimana Erlena bersikap, Shelly merasa pusing. Kepalanya pening. Dia tidak tahu obat apa yang diminum Luna sampai Luna bisa setenang ini menghadapi Erlena. “Kepalaku pusing, Nyonya.” Kata Shelly saat mereka pulang dari bar. “Karena wine?” “Karena meladeni Erlena. Dia membuatku pusing.” “Hahaha.” Luna tertawa. “Ada-ada saja kamu, Shell.” “Tapi, beneran loh, Erlena membuatku pusing, Nyonya.” Shelly tidak bohong mengenai kepalanya yang pening karena Erlena. “Kalau begitu kamu istirahat saja.” “Baik, Nyonya.” Shelly hendak masuk ke dalam kamarnya, tetapi dia memilih ke dapur dulu untuk minum ai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD