Luna memesan wine di sebuah bar ditemani Shelly. Wanita muda itu menyesap wine di gelasnya dengan hati-hati. Dia takut mabuk karena dia dibayar untuk menemani Luna dan tidak membuat Luna kesusahan. Shelly tahu setiap kali dia mabuk dia akan membuat onar. Entah kenapa dia tidak bisa kalem saat mabuk. “Nyonya, boleh aku bertanya?” Luna mengangguk. “Boleh.” “Tapi, Nyonya janji tidak marah.” Luna menatap Shelly agak tajam. “Ya, aku tidak marah.” “Maaf, tapi aku tahu semua kisah Nyonya dari James. James adalah pria baik, sungguh! Aku tidak bohong dan aku senang Nyonya akan menjadi istrinya.” Hening. “Terus apa yang mau kamu tanyakan?” “Hehehe.” Shelly nyengir hingga gigi gingsul di sebelah kiri gusinya terlihat. “Aku kenal Erlena. Aku pernah bertemu dia beberapa kali. Dia bukan orang ya

