BAB - 51

1202 Words

Erlena menyambut kedatangan Shawn dengan senyuman. Namun, Shawn hanya bersikap dingin padanya dan akan selamanya begitu. Erlena hanya memaksakan kehendak dan keinginannya saja. Dia tidak menyadari kalau hal ini malah membuat Shawn muak dengannya. “Aku seneng kamu pulang cepet.” Katanya. Shawn hanya diam tanpa membalas ucapan Erlena. Erlena menelan kekecewaannya. Dia yakin kalau Shawn pada saat nanti akhirnya akan kembali jatuh cinta padanya. Dia yakin itu. Waktunya entah kapan. “Meskipun kamu mendiami aku seperti ini, aku tidak akan menyerah, Shawn.” “Terserah kamu saja.” Kata Shawn cuek. “Aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi.” “Tidak usah aku mau langsung tidur.” Ujar Shawn. “Aku sudah menyiapkan makanan—” “Aku sudah makan.” “Kalau butuh apa-apa aku ada—” “Aku tidak butu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD