“Kamu pagi-pagi ke sini membuatku gerah saja.” James melepas jasnya. “Ckckck!” David hanya mendecakkan lidah sebelum pergi meninggalkan James dan Luna. Luna hanya tersenyum. “Jadi, kenapa kamu pagi-pagi ke sini?” “Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran saja dengan reaksi Shawn yang harus mengeluarkan uang sebegitu banyaknya untuk Erlena.” “Iya, dia akan membayar hutang Erlena. Tapi, pengacaraku bilang Shawn ingin Erlena pergi dari rumahnya setelah membayar seluruh hutang Erlena.” James mengeluarkan sebatang rokok. Luna tahu. Dia sangat tahu kalau Shawn memang hanya mencintainya. Erlena hanya kerikil kecil yang tidak penting tapi sikap Erlena membuat Luna muak hingga Luna berjanji pada dirinya untuk membalas ucapan Erlena saat itu. James menyesap rokoknya sambil menikmati wajah cantik L

