Usai tatap muka dengan dosen, kami dipersilakan untuk mengenal semua yang ada di gedung ini dan besok baru akan dimulai proses perkuliahan. Aku bahagia punya banyak teman baru yang sangat ramah kelihatannya. Semoga saja mereka mau berteman denganku bukan karena nama belakangku. "Kita makan es krim dulu atau cokelat hangat dengan sepotong sandwich, bagaimana?" "Ide bagus." "Dan beberapa obrolan," lanjutnya dan aku tahu mau ke mana arah obrolan tersebut. Aku melihat ke sana ke mari, mencari keberadaan Natalie yang seharusnya dia juga datang. Tidak ada lagi yang aku kenal di sini selain Theo, Natalie dan teman-temanku yang lainnya tidak di sini. Theo meletakkan cokelat hangat, es krim dan 2 piring sandwich di atas meja kami. Dia duduk di depanku, menyilang kedua tangannya di atas meja

