Ramuan Mujarab

1033 Words

Bagiku ini adalah hari yang menyenangkan. Kesedihanku terlupakan begitu saja. Apalagi ketika melihat wajah Liam yang memerah karena tegang, ketika aku mengendarai mobilku sendiri. Lelaki tampan yang mempunyai iris mata abu-abu ini bahkan izin keluar mobil karena muntah. Aku tidak tega melihatnya menderita seperti itu dan memutuskan untuk berhenti. Saatnya kami pulang karena langit sudah mulai gelap. Wajah Liam pucat dan aku menawarkan diri untuk membawa mobilku secara pelan-pelan sampai ke rumah namun dia menolak. "Tidak masalah Nona, saya baik-baik saja, terima kasih." "Wajahmu pucat Liam." "Hanya wajah, Nona, tetapi semangatku tidak." Aku tertawa lebar dan mengejeknya, "Jika masih semangat kenapa kau takut aku yang mengemudi." "Saya tidak takut namun nyawa Anda adalah tanggung jawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD