Tidak Perlu Kenal

1245 Words

Janji suci pernikahan telah terucap, cincin sudah terpasang sempurna dan perlahan dia menyingkap penutup wajahku dan menciumku lembut dibibir. Memejamkan mata aku ingin merasakan cinta yang dia berikan, ketika aku membuka mata dia langsung berpaling menghadap para tamu undangan yang hadir di tempat sakral ini. Tidak masalah, aku pikir. Aku terlalu berharap banyak akan cinta yang masih ragu, apakah bisa aku dapatkan darinya. Dia mengepakkan lengannya yang kokoh agar aku melilitkan tanganku di dalamnya, dengan senang hati aku sambut gembira. Tawa bahagia keluarga kami sembari bertepuk tangan mengiringi kami melewati karpet merah yang dibentang sampai ke luar gedung. Pernikahan mewah dan meriah yang tidak pernah aku khayalkan sebelumnya. Kami menuruni anak tangga yang lumayan banyak, menu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD