Milikku Hanya Diatas Kertas

1113 Words

Makan siang berakhir dan kami akan kembali ke kelas. Melewati beberapa ruangan aku dan Theo terpisah karena dia ingin ke toilet. Berjalan pelan sambil menanggunya selesai, aku dikejutkan oleh suara dehaman yang berat dari arah samping. "Profesor Mikey." "Bagaimana dengan hukumanmu?" Astaga ya Tuhan, dia tidak tahu kalau aku sudah menikah. Apakah aku harus jujur padanya? "Eum, maaf Prof saya harus pulang cepat karena ada urusan keluarga," ucapku pelan. Aku takut menolak permintaan seorang Dosen, jika saja aku masih lajang maka kau tidak perlu bertanya lagi Prof, aku akan setuju apa pun yang kau mau. "Anthony sudah pulang?" tanyanya. Dia kenal suamiku dan masih memintaku untuk makan malam bersamanya, oh Tuhan! "Anda kenal suami saya?" "Teman saya." Oh, ternyata. Aku tertawa dan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD