Judul ini, kelihatannya sangat cocok untuk membuka awal perbincangan kita. Kenapa pacarku mendua? Kenapa aku di jadiin pacar tiri, apa gara-gara dia udah dapet gebetan baru?
Mungkin itulah yang bakalan di tanyakan oleh remaja lovers sekalian khususon para kaum hawa. Ketahuilah, cowok sejati itu emang gak doyan pacaran, tapi komitmen untuk mempersiapkan diri sebelum pernikahan menjelang.
Adapun para cowok aktivis pacaran, emang tipe cowok yang gak punya komitmen utuh, tapi ngambil jalan pintas buat kesenangan aja, selagi mengulur-ngulur waktu mencari cewek yang TERBAIK. Tapi tentu saja, kata TERBAIK disini, adalah dalam segi jasmani doank. Alias terbaik dalam artian wajah yang cantik, tubuh yang molek, kulit putih, harta yang banyak dan lainnya. Jarang banget jika standart terbaik para cowok aktivis pacaran itu adalah takwa. Sebab, tentu saja jika yang dijadikan landasan adalah takwa, gak mungkin mereka mau pacaran, bener?
Tanpa disadari, para kaum cewek yang terkena sindrom Ratapan Pacar Tiri, malah terkena imbasnya. Berharap dapet pengeran, malah dapet cowok emperan, yang menjajakan cintanya pada setiap wanita yang ia lihat di jalanan. Kini, udah seharusnya
para cewek memahami, apasih alasan cowok yang doyan pacaran buat jadiin kalian sebagai pacarnya?
TANYAKAN PADANYA #1
Coba tanyakan masing-masing pada cowok aktivis pacaran, apasih alasan dia mencintaimu? Apakah engkau mencintaiku karena cintamu pada Tuhanmu?
Saya termasuk salah seorang yang sangat kesal ketika mendengar ada seorang cowok yang bawa- bawa nama Allah ketika mengungkapkan cintanya pada seorang cewek. Istilah krennya nembak. Saya paling miris nih, ketika ada cowok yang ngajak pacaran seorang cewek dengan mengatakan, “Aku mencintaimu karena Allah!”.
Jika saja islam memperbolehkan menonjok muka tuh cowok, pasti sudah saya lakukan. Sangkin sebalnya, ketika nama Allah di bawa-bawa untuk memuluskan maksiat yang dia kerjakan. Nah, peringatan bagi cewek-cewek, jika ketemu cowok yang model begini, maka kemungkinannya ada 2.
Pertama, Dia tuh cowok gampangan! Kedua, Cowok yang gak tau tentang Islam!
Pertama, kenapa saya katakan sebagai cowok yang gampangan, karena model cowok yang begini adalah tipe cowok yang asal gampang ngomong tanpa tau konsekuensi yang ia ucapkan. Sederhananya, mau naik mobil tapi gak tau mana rem dan mana gas. Cowok-cowok yang begini, sama sekali gak tau arti dari apa yang ia ucapkan sama sekali. Ia hanya ikut-ikutan saja. Denger di tv sering nyebut ucapan begitu, ya dia pun menduplikat kata-kata tersebut demi meyakinkan hati sang cewek, hingga sang cewek menganggap tulus cintanya.
Tipe yang kedua. Adalah tipe yang gak tau tentang Islam, tapi merasa tau. Udah jelas-jelas seperti kita ketahui, pacaran itu emang maksiat. Dan hukumnya pun sudah jelas haram di dalam Islam. Pembahasan tentang haramnya pacaran ini, juga sudah di tulis oleh berbagai penulis, salah satunya adalah tulisannya Ustadz Felix Y. Siauw, dengan judul Udah Putusin Aja!
Dalilnya pun sangat jelas sekali di dalam Al- Quran, dimana Allah SWT mengatakan kepada kita :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al- Israa [17] : 32)
Begitupun sejumlah hadist yang sudah jelas menerangkan keharaman aktivitas pacaran ini. Maka sangat aneh, jika berani-beraninya bilang Mencintai karena Allah, padahal Allah telah jelas melarang aktivitas pacaran ini.
Tapi kan dia rajin sholat ke mesjid?
Nah, ini yang lebih aneh lagi. Rajin sholat, tapi doyan maksiat. Dan banyak cewek yang jadi korban, gara-gara cowok yang model begini. Seharusnya, cowok-cowok yang model begini merasa malu, karena gara-gara dia, Islam jadi terlihat buruk. Sering kemesjid, tapi tiap malam minggu tetap aja pacaran. Apa tanggapan orang non muslim jika saja ngelihat umat muslim yang sering sholat, tapi maksiat juga hobby! Pantesan aja banyak anak muda sekarang bingung, beneran gak pacaran haram? Soalnya yang dilihat sehari-hari, adalah orang yang sering sholat, kerudungan dan sebagainya, eh tapi suka pacaran juga. Ingat ya, Fakta bukanlah menjadi sumber hukum. Allah SWT jelas-jelas telah mengharamkan aktivitas pacaran ini. So gak ada alasan lagi buat kita untuk mengatakan pacaran itu boleh. Nah kalau emang kita lihat masih ada orang yang sering sholat tapi pacaran, tuh yang salah orangnya! Bukan berarti Islam membolehkan pacaran. Ingat, di catet ya!
Sebenarnya, cowok-cowok model begini termasuk salah satu biang kerok semakin banyaknya remaja muslim kita yang tersesat memahami hakikat cinta sejati. Meskipun biang kerok utama adalah tidak diterapkannya syariat Islam secara kaafah di negeri ini. Nah, gara-gara ikut-ikutan tanpa melihat benar salahnya, banyak dari remaja kita yang malah doyan maksiat. Begitu pun para ceweknya. Kalian seharusnya malu keluar dengan memakai kerudung untuk sekedar jalan - jalan Sore (JJS) dengan pacar kalian. Karena kalian, islam dipandang buruk oleh orang non muslim.
Karena fakta yang mereka lihat, tidak sama dengan apa yang mereka dengar tentang Islam. Coba lihat, di mana-mana para Ustadz dengan lantang selalu menyuarakan Islam adalah agama yang benar, Islam adalah agama yang Rahmatan lil Alamin, Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT. Dan taukah anda, banyak orang muslim yang mendengarnya, dan mulai tertarik dengan Islam. Tapi gara-gara melihat kaum musliminnya yang amburadul, mereka pun jadi gak yakin dengan apa yang ada di dalam Islam.
Coba lihat kebanyakan remaja muslim hari ini, banyak banget para cewek muslim yang jilbabnya gak bereslah!, bahkan mengikuti gaya barat dengan fenomena Jilbobs yang memaparkan aurat (lekuk d**a). Ada lagi yang doyan maksiatlah, koruptor, n*****a, yang jadi PSK, yang sering sholat tapi hobby pacaran, goncengan dan pelukan di depan umum serta aktivitas lainnya. Belum lagi kasus m***m yang banyak dilakukan remaja baik di sekolah, di sawah-sawah hingga di hotel- hotel. Kumpul kebo, pesta miras plus g***a, dan sebagainya. Dan ketika terjaring kepolisian, kemudian dilihat KTP nya, eh ternyata tersangkanya muslim semua. Astagfirullah!
Apakah kita tidak malu dengan ini semua? Wahai aktivis pacaran, apakah yang akan engkau katakan di depan Allah kelak di yaumil hisab? Apa yang engkau akan katakan di depan Tuhanmu atas apa yang engkau lakukan di masa-masa mudamu.
Sobat, melihat fenomena ini, pantas saja orang non muslim menjadi tidak tertarik lagi dengan agama Islam. Karena muslimnya aja semrawut. Nah, Agar anda tau, rata-rata mualaf masuk Islam itu bukan karena melihat kaum musliminnya. Tapi karena mempelajari, mencari tau dan memahami agama Islam ini dengan benar. Kalau saja yang dilihat malah kaum muslimin, terutama di Indonesia, saya yakin gak ada satupun yang mau masuk Islam. Lihat aja, siapa yang sering nyolong sendal di mesjid? Orang muslim. Yang paling banyak gak doyan beribadah? Orang muslim. Yang paling banyak maksiat? Muslim juga!, yang jadi koruptor? Orang muslim juga.
Bersyukurlah kepada Allah bahwa kebanyakan dari mualaf yang masuk kedalam Islam adalah kaum intelektual yang cerdas dan mau berfikir. Seperti para dokter, ilmuwan, Insinyur, Dosen dan sebagainya. Bukan kayak yang murtad dari Islam hanya gara-gara satu kotak mie, atau gara-gara dikasih duit 100 ribu.
Nah, kembali ke topik. Murnikah hatimu? Apakah memang benar kalau engkau mencintai seorang gadis semata-mata karena Allah? Jika memang ia, maka seharusnya pacaran bukanlah solusi untuk melampiaskan cinta itu, tetapi menikah. Jika belum sanggup, ya sanggupkan diri dulu. Kalau masih SMA,
belajar dulu sungguh-sungguh, biar dapet ilmu yang bener. Banggain dulu orang tua, kerabat dan guru-guru kita.
Wajar aja, jika hari ini para aktivis pacaran gampang banget berpindah hati dari satu orang ke orang yang lain. Karena pacaran itu emang mereka anggap main-main aja, gak serius. Istilahnya, biar gak di panggil katro atau ketinggalan jaman. Padahal, itu semua jelas persepsi yang keliru. Karena di dalam Islam lelaki dan perempuan yang terbaik adalah ia yang paling bertakwa, bukan ia yang mengikuti jaman yang semakin edan ini. Betul?
TANYAKAN PADANYA #2
Apakah engkau mencintaiku hanya karena wajahku, tubuhku, jabatanku atau hartaku?
Ketahuilah, bahwa segala sesuatu tanpa di landasi takwa tak akan berujung bahagia. Jika wajahnya yang menjadi alasan kita mencintainya, maka kita akan berpaling jika ada yang lebih cantikupawan darinya. Begitupun jika harta yang menjadi landasan kita mencintainya, maka kita akan berpaling ketika hartanya habis atau ketika kita menemukan orang yang lebih banyak hartanya. Mentang-mentang si doi naik RR, kita pun langsung ke sem-sem, eh besok ada cowok yang naik avanza, pastinya si RR kalah dan kita pun beralih darinya. Begitulah pacaran, yang dipandang tak lebih dari sekedar duniawi doank. Harta, rupa, tahta dan
lainnya. Wajar, jika ada yang lebih baik, mendua adalah sesuatu hal yang biasa. Sang cowok yang dulunya berlagak cinta, kini pun telah mengalihkan cinta pada wanita yang lebih cantik rupanya. Alhasil, si cewek sebelumnya harus bersedih dan menangis hingga diberi gelar Ratapan Pacar Tiri.
So pasti, beda banget jika yang menjadi landasan utama adalah takwa. Orang yang bertakwa, pasti memahami bahwa pacaran itu bukanlah solusi, tapi malah membawa bencana. So, pemuda yang bertakwa gak akan mau pacaran. Tapi, jika telah sanggup langsung datangi camer alias calon mertua dan ngelamar sang permaisuri. Tuh baru gentleman.
Bukan ngucapin, I love you ribuan kali, tapi ketika dimintai komitmen menikah, malah banyak alasan. Yang belum siap lah, belum punya harta lah, belum lulus kuliah lah, belum bisa nyari duit sendirilah. Nah, kalau emang belum sanggup menikah, ya ngapai berani-beraninya ngajak anak orang pacaran? Tuh, benerkan? Kalau cowok-cowok yang hobby pacaran itu emang gak punya komitmen, plus pecundang. So, bagi para cewek, udah deh jangan mau di manfaatkan demi memuaskan nafsu cowok yang model begini. Lebih baik, persiapkan dirimu, perbaiki ahlakmu, jaga kesucian dirimu karena tubuhmu adalah aset berharga yang seharusnya hanya menjadi milik lelaki halal mu. Bukan malah di jajakan pada pria-pria yang belum tentu menjadi suami mu kelak. Hingga engkau enggak jadi pacar yang terdua, namun menjadi sosok wanita yang soleha.