EPILOG

892 Words

I pray that we can see each other again. I pray for you every night and day, hoping to see you face to face again someday. |Someday - BTOB| . . DUA tahun kemudian. Denial mengedarkan pandangannya. Dia berada di ruang penyelidikan. “Sialan!” umpatnya. “Harusnya aku sudah mati! Sialan! Berengsek!” Dia memukul meja dengan kedua tangan yang diborgol. Jaksa Fatistan menurunkan kaca matanya. Dia mengabaikan ucapan Denial yang terus mengumpat sejak satu jam yang lalu. “Anda bisa memilih untuk diam jika mendapatkan pertanyaan yang tidak meng-untungkan.” Denial tertawa miring. “Hei, orang tua! Bukannya kamu udah dipecat?” “Tidak sebelum saya memasukkan Anda ke sel tahanan,” kata Jaksa Fatistan. “Mari kita mulai.” “Aku mau pengacaraku.” “Sayangnya tak ada pengacara yang mau me-nangani ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD