Chapter 38: Let's Meet Again Someday

1381 Words

Jaksa Fatistan berada di salah satu kamar di rumah sakit. Garis wajahnya kaku, rasa wibawa dan kharismatiknya telah menghilang. Di hadapannya, terbaring sosok laki-laki penuh jahitan operasi dan perban di kepalanya. Dia masih belum siuman. Dokter memperkirakan hidupnya tak lama lagi. Sebuah keajaiban hidupnya masih bisa diselamatkan beberapa hari setelah hampir terlindas kereta api. Jaksa Fatistan mengepalkan tangannya. Laki-laki itu yang telah merusak kehidupan anaknya. Dia yang menghadirkan segala mimpi buruk di hidup Nada. Tapi kali ini, Jaksa Fatistan sendiri yang akan merusak dan menghadirkan segala mimpi buruk di hidup Denial. “Saya tidak akan membiarkanmu lepas dengan mudah,” bisik Jaksa Fatistan di telinga Denial. “Sebelum saya mundur dari kejaksaan, akan saya pastikan kamu mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD