"La, tolong tempelkan koyo ini pada pinggang mas!" ucap Zian sambil menyodorkan 2 buah koyo. Elara mendengus, dalam balutan selimut ia menempelkan koyo pada pinggang Zian. Bibir Elara manyun merasa kesal karena suaminya tidak kuat. Zian menengok belakang memperhatikan istrinya tengah marah. "Mas mau bernafas dulu sebentar, 15 menit lagi kita bertempur." "Nanti pinggangnya sakit?" tanya Elara. Zian menggeleng, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Elara. "Sudah tidak sakit lagi. Terima kasih sudah memberikan hak untuk mas." Zian kembali melancarkan aksinya untuk melakukan ronde kedua. Elara membalas serangan demi serangan dari Zian sampai kewalahan. Mereka melakukan ronde kedua lebih nikmat dan tentunya dengan durasi yang lama. ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ Zian bangun pagi dan tentunya untuk melaku

