Bab 22 : Tangisan

1201 Words

Pagi hari, Elara bangun pagi-pagi untuk mencoba menghubungi Alan karena hari ini ia meminta libur karena alasan sakit. Alan yang memahami kondisi Elara mengizinkan wanita itu untuk beristirahat dirumah selama 2 hari. Elara terpaksa berbohong sebab ia tidak akan diizinkan untuk libur jika mengaku sedang menikah lagi di negara lain. Setelah selesai menelpon, sorot matanya tertuju pada Zian yang masih terlelap. Pria matang itu sangat tampan memiliki rahang tegas, hidung sangat mancung serta alis yang tebal. Ya, dia sangat mirip dengan Denish tetapi berbeda sifat. Tangan Elara mencoba memegang pipi Zian lalu mengusapnya perlahan, ia tersenyum kecil sebab baru kali ini ada pria yang memperlakukannya dengan baik. Umur kita hampir terpaut 21 tahun, jarak yang sangat jauh. Ibarat aku masih ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD