Farel tidak membuka masker untuk menutupi bibirnya yang jontor. Ia beralasan sedang flu, kalau ada yang tanya. Pria itu juga memutuskan untuk makan siang di dalam ruang kerjanya saja bersama Roy, sedangkan Reyna tetap di ruang sekretaris. "Bibir Bos, kenapa?" tanya Roy ketika Farel membuka masker yang dikenakannya karena mau makan siang. Farel menjawab dengan kesal, "Digigit cicak." "Makanya lain kali jangan merayap di lereng gunung, jadi digigit deh!" ledek Roy sambil tertawa kecil. Tentu ia sudah tahu kejadian itu dari Pak Wily. "Benar-benar sial kemarin aku. Nyesel sudah ngikutin ajakan Reyna makan di sana," gerutu Farel yang tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Baru kali ini ia ketiban cicak lagi, setelah sekian puluh tahun. Roy memberikan pendapatnya, "Namanya juga musibah,

