"Apa, mana ada. Emang mau ular Bos saya tendang lagi?!" bantah Reyna yang tidak akan melupakan kejadian ketika Farel menggigit bibirnya sampai bengkak. "Terus kenapa kamu seperti lintah nempel saja nggak mau lepas?" sindir Farel yang membuat Reyna jadi sadar telah memegang erat tangan pria itu. Reyna segera menjauh dari tubuh Farel dan menuju ke tepian. Akan tetapi, ia tidak bisa naik ke atas karena batu itu cukup licin. "Lewat sini!" seru Farel yang segera berenang ke sisi lainnya. "Saya takut, di situ dalam," ujar Reyna yang tidak mahir berenang. Lebih baik disuruh berkelahi deh. "Ngerepotin saja," sahut Farel sambil menuju ke arah Reyna. "Cepat pegang tanganku!" serunya kemudian. Reyna segera memegang tangan Farel yang kekar itu dan mereka kemudian naik ke permukaan. "Gara-gara

