“Ah… begitu…” Suara Aria bergetar malu. Sepertinya dia terlalu terlena dengan ketampanan seorang Bryce. Bryce tersenyum lalu menarik Aria agar berada di pelukannya. “Tidak masalah. Ari, thanks. Hasil fotomu sangat baik." Hanya dengan pujian seperti itu cukup membuat Aria tersipu. Kedua pipinya bersemu tipis dan dia tidak bisa menghentikan senyum bodohnya. “Sekarang ayo kita berfoto berdua.” “Ber…dua?” Tanya Aria dengan mata bulat polosnya yang membesar. Posisi mereka kembali ke awal yaitu Aria yang bersandar di tubuh Bryce. Akan canggung bagi tangannya jika hanya berpangku begitu saja di atas pahanya. Maka dari itu Aria menyentuh tangan dan lengan bagian atas Bryce yang memeluk tubuhnya di bagian atas dadanya. Sementara itu Bryce memanjangkan tangannya yang lain dan mengambil beberapa

