Aria memasuki sebuah pantry dengan wajah tidak bahagia. Dia mengambil gelas bersih dan tanpa disadari meletakkannya sedikit kasar hingga terdengar suara kaca gelas yang beradu dengan meja. Secara naluriah Aria terkejut kemudian menoleh ke luar pantry. Dan detik berikutnya dia lega karena tidak ada siapapun yang melihatnya. Kembali menatap gelas, Aria memejamkan matanya. Kemudian, Aria menampilkan raut wajah yang sedang berpikir dan kesal dengan kerutan tipis di ruang antara alisnya yang rapi. Dia mempertahankan ekspresi itu untuk beberapa saat lagi sebelum mengisi air. Di gelasnya dan keluar dari pantry. Dan setelah beberapa detik berlalu barulah terdengar suara Rachman, “CUT!” Dan suara clapper board terdengar. “Bagus, Aria,” puji Rachman sebelum berkata, “Kita istirahat dulu, semua

