BAB : 19

1726 Words

Pagi ini Andine terbangun saat jam di dinding menunjukkan pukul setengah enam pagi. Hal pertama yang ia cari adalah Farel. Karena semalam sebelum tidur, cowok itu bersamanya di sini. "Sepertinya dia udah pergi dari semalam," pikir Andine sambil beranjak dari tempat tidur. Berniat untuk mandi, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sesuatu di nakas. Tangannya menyambar benda itu. Sebuah ponsel dengan case berwarna putih. Tak lama, tiba-tiba benda itu berdering. Beberapa pesan masuk. Ia pun segera mengecek. "Good morning." "Ku harap tidurmu semalam nyenyak." "Pastinya." "Kan, tidur di pelukanku." Andine senyum-senyum sendiri saat membaca pesan itu satu persatu. Apalagi saat mendapati nama kontak si pemilik nomer yang tersimpan. Kekasih tercinta. Astaga! Panggilan yang begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD