BAB : 18

1748 Words

Andine menangis dalam pelukan Farel, seolah merasa baru saja keluar dalam ketakutannya. "Jangan meninggalkanku lagi ... dia mau membunuhku," isaknya berharap. "Dimas?" Andine mengangguk mendapatkan pertanyaan dari Farel. Sebenarnya itu lebih tepatnya bukanlah sebuah pertanyaan, karena dirinya sudah bisa menebak siapa dalangnya. Asal tahu saja, beberapa benda yang diantarkan orang suruhannya ke rumah tadi adalah rekaman cctv dari kecelakaan yang menimpa Andine. Yap, orang yang sama adalah pelakunya. "Apa kamu baik-baik aja? Dia sudah menyakitimu?" Farel memeriksa beberapa bagian wajah dan lengan Andine. Berharap tak ada luka yang didapatkan sang kekasih. "Aku nggak apa-apa, hanya saja ..." Belum selesai Andine menjawab pertanyaan itu, Farel menyambar lengannya. Tatapan tajam itu t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD